Meninggalkan Sesuatu Yang Tidak Berguna

Oleh : Akhina Ikhsan Aminudin

kelas : 2 SMA Hidayatullah Balocci

Pembacaan Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di antara tanda kesempurnaan Islam seseorang, ia meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi dan lainnya; hasan)

Penjelasan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah sahabat dari kabilah Bani Daus, Yaman. Di masa jahiliyah ia bernama Abdu Syams, lalu di masa Islam namanya adalah Abdurrahman bin Shakr.

Abu Hurairah masuk Islam melalui dakwah Thufail bin Amr Ad Dausi. Ia masuk Islam saat muda dan pada usia 26 tahun, ia hijrah ke Madinah menyusul Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Saat itu Rasulullah telah memenangkan Perang Khaibar.

Di Madinah, Abu Hurairah tinggal di Masjid Nabawi. Menjadi ahlus suffah. Tak seperti mayoritas sahabat yang sehari-harinya bekerja, Abu Hurairah memfokuskan diri untuk mulazamah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia selalu hadir ketika Rasulullah mengajar di Masjid Nabawi. Dan ia selalu mengikuti ke mana pun Rasulullah pergi.

Maka dalam waktu singkat, Abu Hurairah mendengar demikian banyak hadits dari Rasulullah. Dengan keistimewaannya yang tak pernah lupa hadits sejak didoakan Rasulullah, ia menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Meskipun hanya menjumpai Rasulullah 4 tahun, Abu Hurairah 5.347 hadits.

Abu Hurairah dikenal selalu menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Menjauhi hal yang sia-sia. Sepeninggal Rasulullah, ia memiliki rumah dan berkeluarga. Di sepertiga malam terakhir, ia membangunkan keluarganya agar bisa sholat tahajud. Jadi, Abu Hurairah termasuk terdepan dalam mengamalkan hadits yang ia riwayatkan ini.

Husn (حسن) artinya adalah kebaikan. Bisa juga bermakna kesempurnaan. Laa ya’niih (لا يعنيه) artinya adalah tidak bermanfaat. Baik manfaat di dunia maupun manfaat di akhirat. Bisa pula bermakna sia-sia.

Hadits ini pendek tetapi maknanya dalam dan mengandung pelajaran yang sangat luas. Para ulama mengistilahkan dengan jawami’ul kalim (جوامع الكلم) yakni kalimat yang singkat dan padat. Bahwa di antara tanda kebaikan islam dan kesempurnaan iman seseorang adalah meninggalkan perkara yang sia-sia. Perkara yang tidak bermanfaat baginya, baik di dunia maupun di akhirat.

Bagikan :

Artikel Lainnya

Bai'ah Dalam Sejarah Islam, Hala...
kegiata Halaqah Kader Oleh : Ustadz.Drs.Kaisar (Murobbi Halaqa...
Undangan Peresmian Rumah Quran A...
Undangan Peresmian Rumah Quran Al-Qalam UNDANGAN: Kpd Yang Kam...
Adinda Birrul menyelesaikan Hafa...
Selamat kepada Laode Muhammad Birrul Walidain Bin Bapak Badrun...
Do'a Bersama Untuk Kesembuhan Ba...
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَ...
Ucapan Terimakasih Kepada Para D...
Puji dan syukur kita haturkan Kehadirat Allah Subhana Wa Ta’al...
Kegiatan Halaqa Wustha, Adab Ang...
Kegiatan Halaqah Kader Oleh : Ustadz.Drs.Kaisar (Murobbi Halaq...

Download Hidayatullah Pangkep App

Selamat datang di Aplikasi lembaga pendidikan kami. Sebuah tempat di mana nilai-nilai agama dan pengetahuan bergabung dalam harmoni, memberikan landasan kokoh bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berakhlakul karimah, berprestasi, dan unggul.