Bai’ah Dalam Sejarah Islam, Halaqah Wusthah

kegiata Halaqah Kader

Oleh : Ustadz.Drs.Kaisar (Murobbi Halaqah Wustha Sa’ad Bin Abi Waqqas)

Dengan menjaga bai’ah kepada pemimpin akan kian kuat pula jamaah.Berjamaah merupakan jatidiri Hidayatullah. Berjamaah inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dalam berIslam yang harus dinapaktilasi dengan khitah sebagai garis pergerakan.

Bai’ah dalam Sejarah, Bai’ah antara pemimpin dan anggota akan menguatkan pilar jamaah. Karena itu bai’ah ini harus dibangun dan dijaga oleh setiap muslim, khususnya anggota Hidayatullah.

Dalam sejarah Islam, banyak sekali praktek-praktek bai’ah, baik yang terjadi di masa Rasulullah, khulafaur Rasyidin maupun dalam kehidupan ummat Islam kontemporer.

Adapun bai’ah yang pernah berlaku dalam
Islam, baik yang pernah teradi di zaman Rasulullah, khulafa’urrasyidin maupun salafus-shaleh.

Adapun beberapa peristiwa bai’ah yang terjadi di zaman Rasulullah antara lain:

1.Bai’ah Syahadah
Yaitu bai’ah yang dilakukan oleh seorang ketika ia pertama kali masukIslam kedalam agama Islam. Isi bai’ah tersebut adalah kalimah syahadat, yaitu pengakuan bahwa tidak ada ilah selan Allah dan pengakuan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Bai’ah syahadat merupakan sebuah pernyataan bahwa sejak kalimat tersebut diucapkan, ia telah menjadi muslim. Sebagai konsekwensinya ia bersedia tunduk dan patuh kepada syari’ah Islam.

Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Usman bin Khaitsam bahwa Muhammad bin Aswad bin Khalaf mengabarkan perihal bapaknya (AlAswad), yang melihat Rasulullah membai’at manusia pada saat fathul Makkah.


“Nabi duduk di atas puncak bukit yang berhadapan, maka beliau mebai’at manusia untuk Islam dan syahadat. Saya berkata, apakah syahadat itu? Ia berkata, mengabariku
Muhammad bin al-Aswad bin Khalaf, bahwa ia membai’at manusia untuk iman dan syahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”. (Hayatus-Shahabah, alKandahlawi)


Dari Basyir bin al-Khashasiyah ra, berkata:
“Saya mendatangi Rasulullah SAW, kemudian beliau mengulurkan tangannya sambil berkata: ‘Engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya, engkau mendirikan shalat lima waktu, membayar zakat, berpuasa ramadhan, berhajji di Baitullah, dan berjuang di jalan Allah.

2. Bai’ah Aqabah pertama
Pada musim hajji, tahun ke sebelas kenabian beliau; beberapa jama’ah haji yang berasal dari Yasrib telah bertemu dengan Rasulullah.
Mereka memperbincangkan tentang ke Tuhanan. Mereka sangat tersentuh dengan seruan Tauhid yang disampaikan oleh Rasulullah tersebut.

Merekapun akhirnya masuk Islam, sebelum kembali ke Yasrib.Tahun berikutnya, sebanyak dua belas orang rombongan dari Yasrib menghadap nabi di Aqabah. Selanjutnya terjadi pembaitan atas mereka, yang dikenal dengan peristiwa “Ba’iah Aqabah pertama”.

Adapun isi bai’ah tersebut adalah, mereka berjanji untuk tidak menyekutukan Allah,
tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan memfitnah, baik didepan maupun di belakang, tidak menolak untuk berbuat kebaikan.

Barang siapa yang mematuhi ikrarnya,
maka ia akan mendapatkan pahala sorga dan barang siapa berpaling, maka urusannya dikembalikan kepada Allah.

Bersambung….

*) Disarikan dari kajian Jatidiri Hidayayatullah, Halaqah Wustha Sa’ad Bin Abi Waqqas
Hidayatullah Sulawesi Selatan.

Bagikan :

Artikel Lainnya

Bai'ah Dalam Sejarah Islam, Hala...
kegiata Halaqah Kader Oleh : Ustadz.Drs.Kaisar (Murobbi Halaqa...
Undangan Peresmian Rumah Quran A...
Undangan Peresmian Rumah Quran Al-Qalam UNDANGAN: Kpd Yang Kam...
Adinda Birrul menyelesaikan Hafa...
Selamat kepada Laode Muhammad Birrul Walidain Bin Bapak Badrun...
Do'a Bersama Untuk Kesembuhan Ba...
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَ...
Ucapan Terimakasih Kepada Para D...
Puji dan syukur kita haturkan Kehadirat Allah Subhana Wa Ta’al...
Kegiatan Halaqa Wustha, Adab Ang...
Kegiatan Halaqah Kader Oleh : Ustadz.Drs.Kaisar (Murobbi Halaq...

Download Hidayatullah Pangkep App

Selamat datang di Aplikasi lembaga pendidikan kami. Sebuah tempat di mana nilai-nilai agama dan pengetahuan bergabung dalam harmoni, memberikan landasan kokoh bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berakhlakul karimah, berprestasi, dan unggul.